[DISTRIBUSI OBAT BISA PAKAI APLIKASI?!]
What’s up, Ciousers?
Welcome to our last Ciouspedia! Wah, nggak terasa banget!
Ciouspedia #12 akan membahas peran Artificial Intelligence dalam drug distribution.
Yuk, langsung aja simak infonya!
Era digitalisasi membawa berbagai perubahan dalam berbagai bidang, termasuk digitalisasi distribusi di industri farmasi. Kecepatan dan ketepatan pendistribusian alat kesehatan dan obat-obatan menjadi hal krusial. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dapat diterapkan untuk menghadapi tantangan ini.
Salah satu contoh penerapan AI dalam bidang distribusi obat adalah dalam memerangi peredaran obat palsu.
Kolaborasi yang dilakukan oleh FarmaTrust dan Systech menggunakan teknologi berbasis blockchain dan AI untuk menjamin keaslian dan keamanan obat mulai dari produksi hingga distribusi ke tangan pasien. Pada dasarnya, teknologi AI ini dirancang untuk mengenali dan mendeteksi pola/karakter tertentu dari produk obat yang asli.
Di masa pandemi Covid-19 ini, perusahaan Telkomsigma dari Indonesia turut mengembangkan platform digital untuk pendistribusian obat bernama TRACK & TRACE.
Apa itu sistem TRACK & TRACE?
Teknologi ini mampu mengantisipasi potensi terjadinya praktik fraud dan pemalsuan obat-obatan saat distribusi melalui proses authentication. Proses ini dilakukan dengan pemberian kode barcode kepada masing-masing produk. Melalui scanning barcode 2D data matrix, produk kefarmasian tetap terjaga keasliannya .
Selain mencegah kasus pemalsuan obat-obatan, AI juga dapat mempercepat proses distribusi obat dan mengirimkannya tepat sasaran.
Yuk, kenali program CALL FOR CODES!
Program CALL FOR CODES milik International Business Machine mengajak mengembangkan aplikasi berbasis AI untuk persiapan menghadapi bencana alam.
Aplikasi tersebut menggunakan data ramalan cuaca dan sistem informasi berantai untuk memperingatkan apabila akan terjadi bencana. Peringatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan suplai obat-obatan dan keperluan logistik pada daerah yang terdampak bencana.
Gimana nih, Ciousers?
Udah terjawab kan kekepoan kalian tentang peran AI dalam drug distribution??
Terima kasih telah menyimak rangkaian ciouspedia 2021!
Stay safe and healthy, Ciousers!
See you next time!
Daftar Pustaka
Anonim, 2018, Implementasi AI Dan Blockchain Untuk Lawan Peredaran Obat Palsu, https://www.integrity-indonesia.com/id/blog/2018/11/06/implementasi-ai-dan-blockchain-untuk-lawan-peredaran-obat-palsu/, diakses pada 15 September 2021 pukul 21.06 WIB.
Anonim, 2018, Kecerdasan Buatan Bisa Bantu Penanganan Bencana, https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180809165257-185-320972/kecerdasan-buatan-bisa-bantu-penanganan-bencana, diakses pada 18 September 2021 pukul 12.23 WIB.
Anonim, 2021, Dukung Digitalisasi Distribusi di Industri Farmasi dan Kesehatan, Telkomsigma siapkan Layanan “Track and Trace”, https://teknologi.bisnis.com/read/20210303/84/1362974/dukung-digitalisasi-distribusi-di-industri-farmasi-dan-kesehatan-telkomsigma-siapkan-layanan-track-and-trace, diakses pada 18 September 2021 pukul 12.18 WIB.