Hai, Ciousers! Pernah bertanya-tanya kenapa tingkat keberhasilan terapi antar orang berbeda? Hal ini disebabkan karena adanya keunikan genetik pada masing-masing individu sedangkan kebanyakan pengobatan saat ini masih dirancang berdasarkan prinsip “one-size-fits-all”, yaitu pengobatan ditargetkan kepada pasien secara umum dan kurang mempertimbangkan perbedaan secara individu. Inilah yang menyebabkan perbedaan efek terapi dan efek samping. Oleh karena itu, muncul precision medicine untuk meningkatkan keakuratan pengobatan.
Precision medicine merupakan pendekatan pengobatan dan pencegahan penyakit dengan memperhitungkan variabilitas individu dalam gen, lingkungan, dan gaya hidup untuk setiap orang. Hal ini diharapkan bisa memberikan pengobatan yang tepat kepada pasien yang tepat dan dalam waktu yang tepat. Salah satu bidang yang menjanjikan solusi tersebut adalah farmakogenomik. Farmakogenomik atau farmakogenetik merupakan bidang riset yang mempelajari bagaimana genetik berpengaruh terhadap respon pengobatan tiap individu.
Prinsip precision medicine menjadi modal dalam peningkatan kualitas pengobatan hingga penurunan beban biaya kesehatan negara. Sayangnya, perkembangan riset hingga pengaplikasiannya di Indonesia masih menjadi tantangan karena sarana prasarana yang masih terbatas serta modal yang besar. Praktik ini juga meninggalkan pertanyaan terkait regulasi keamanan penggunaan database genetik dalam mendukung validitas terapi di klinik. Oleh karena itu, Pharmacious 2023 mengusung tema besar “Precision Medicine” dengan harapan dapat turut memajukan sektor kesehatan Indonesia melalui peningkatan kualitas pengobatan yang lebih presisi
Referensi:
Anonim, 2018, Precision Medicine, diakses dari https://www.fda.gov/medical-devices/in-vitro-diagnostics/precision-medicine pada 28 April 2023.